Showing posts with label Medan. Show all posts
Showing posts with label Medan. Show all posts
Tuesday, December 1, 2015

Menghabiskan Siang di Tanjungbalai

Tanjungbalai merupakan destinasi pertama saya ketika ke Sumatera Utara dalam rangka dinas. Kota ini terletak si tepi Sungai Asahan dan dapat ditempuh selama 4 jam perjalanan menggunakan kereta api. Saya hanya singgah beberapa jam saja di sini. Layaknya daerah pesisir disini banyak kita jumpai pasar ikan. Banyak terdapat bangunan-bangunan zaman dulu yang bernuansa Tionghoa.
Sampai di Tanjungbalai saya sempat kebingungan mau kemana hehehee karena begitu sampai di Stasiun itu pasar dan panaaasssssss. Saya memutuskan naik bentor menuju Vihara Dewi Samudera dan Tri Ratna yang konon cukup terkenal ini. Di depan Vihara banyak perahu-perahu pengangkut barang. Setelah puas melihat-lihat saya memutuskan jalan kaki mengelilingi daerah pasar ikan. Hahaha saya jadi beli teri Medan di sana.
Teri Medan yang dari Medan beneran, padahal bukan Medan juga :p

ruwet banget jalanan di pasar
Vihara Dewi Samudera dan Tri Ratna
Katanya ini Pantai Amor. Bayangannya tuh gimana gitu eh ternyata gimana hhihihii
di tepi jalan
di tepi jalan
di tepi jalan
di tepi jalan
di tepi jalan

di tepi jalan
di tepi jalan
abang-abang penjual teri


Not allowed to copy & paste photo without permission. Copyright of rtyaspermana.blogspot.co.id
Monday, November 30, 2015

Menikmati malam di Siantar dengan Roti Ganda dan Kopi Kok Tong

Sebenarnya ini adalah lanjutan dari postingan saya di sini yang terdunda-tunda sampai bertahun-tahun. Hehehehe.
Perjalanan menuju Pulau Samosir saya dari Medan melewati Pematang Siantar. Perjalanan dari Stasiun Medan sampai Siantar ditempuh selama 2,5 jam menggunakan Kereta Api. Pematang Siantar ini menurut saya agak seperti daerah pecinan yah, banyak dijumpai warung bakmi dan kopi, suasananya kotanyapun seperti di film-film zaman dulu, bau banget vintage-vintagenya hehehee.
Ada beberapa hal yang terkenal di Siantar berdasarkan hasil pencarian saya di google, ada Vihara Avalokitesevara yang memiliki patung Dewi Kwan Im yang konon merupakan patung Dewi Kwan Im terbesar di Indonesia.
Selain itu masih kurang rasanya kalau ke Siantar belum icip-icip Roti Ganda. Roti Ganda sebenarnya roti tawar yang bentuknya seperti roti hot dog gitu dan bisa diisi dengan mentega dan mesis atau yang terkenal selai srikayanya. Ukurannya macam-macam sih ada yang kecil ada yang besar. Selai Srikayanya bisa dibeli terpisah, jadi bisa untuk oleh-oleh.
Roti Ganda terletak di Jl. Sutomo No. 89, Pematang Siantar.
Di depan Roti Ganda terdapat Hotel Best, rate semalamnya Rp 250.000,00 recomended sih untuk nginep karena terletak di pinggir jalan raya.





Must visit di Siantar selain Roti Ganda adalah Kedai Kopi Kok Tong, letaknya tidak jauh dari Roti Ganda, bisa ditempuh jalan kaki, masuk jalan lagi. Konon Kopi ini adalah usaha turun temurun. Tempatnyapun sangat sederhana, berada di pojokan dengan pintu rolling yang dibuka semua, jadi tidak ada AC hanya kipas angin. Waktu itu saya beli kopi susu, rasanya original, lain seperti kalau kita bikin kopi susu sendiri, walaupun buat saya rasanya sedikit kemanisan.
Saya singgal 2 malam di Siantar namun malam keduanya saya terlalu lelah tidak pergi jalan-jalan hehehe. Masih penasaran sama Viharanya sih sebenarnya hihii.
Oiya sebenarnya ada juga yang terkenal disini yaitu Bakmi Siantar, tapi saya belum mencobanya karena takut tidak halal hehehe jadi selama di Siantar saya makan di KeeFCi :p
Mungkin suatu hari nanti saya akan mengunjungi Siantar lagi dan mencoba bakminya, kata teman saya ada yang halal juga.




Tuesday, July 14, 2015

Sehari di Danau Toba


Waktu itu di pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD, saya memasukan dalam hati bahwa kelak dewasa nanti saya akan berkunjung ke Danau Toba dan Samosir. Bermula ketika ada bagian untuk membaca cerita asal usul Danau Toba dan saya langsung jatuh cinta. Padahal saya tahu bentuk Danau Toba hanya dari gambar di agenda milik Ayah saya.
Setiap tahun saya menuliskan 'visit Danau Toba & Samosir' di bucket list. Tahun demi tahun belum terwujud juga kunjungan ke sana. Sampai akhirnya pertengahan tahun 2014 saya ditawari untuk pergi tugas ke Sumatra Utara. Tentu saja dong saya semangat mengiyakan. Hehehehee.
Saya lebih fokus mencari cara ke Danau Toba daripada fokus menyiapkan bahan-bahan yang harus saya bawa untuk bekerja, hihihi.
Perjalanan saya mulai dari Medan ke Siantar dengan menggunakan kereta api. Saya menginap di Sintar dua malam karena kereta dari Medan ke Siantar hanya ada siang hari sehingga sampai Siantar sudah sore. Sedangkan sebaliknya, kereta dari Siantar ke Medan adanya pagi hari. Siantar juga asyik lho untuk dieksplore, mungkin di pos selanjutnya akan saya ceritakan.

Baca Juga : Menikmati Malam di Siantar
 
Paginya dari Siantar saya harus naik taksi ke Parapat untuk nyebrang (di sana taksi berbentuk mobil Avanza yang bisa muat 6-8 orang) cukup dengan biaya Rp 20.000. Selama perjalanan ini kita disuguhi pemandangan yang bagus, apalagi ketika sudah hampir sampai di Danau Toba. Subhanallah itu indah bangeetttt, Danau Toba seperti yang ada di kalender-kalender!
AAAAA TERIMAKASIH SEMESTA!
Sampai di Parapat kita harus naik Ferry untuk nyebrang ke Samosir. Saya memilih Tomok sebagai tempat berlabuh hehehe. Here the story begin.






Sesampai di Samosir saya menyewa kereta. Hmm sounds so tajir yes. Hahahaa seharinya Rp 150.000.
Perjalanan saya mulai dari Tomok, di sini cukup lengkap, kita bisa mengunjungi Si Galegale. Sayang sedang tidak ada pertunjukan. Lalu ke Batak Museeum dan makan Raja Sidabutar. Di daerah sini banyak terdapat toko-toko souvenir, harus pintar-pintar menawar sih. Bagi yang muslim, di  sini sudah banyak tempat makan-tempat makan yang menyediakan menu halal kok, cari saja rumah makan halal, biasanya mereka memasang tulisan besar-besar di depan warung.

sigalegale


Dari Tomok saya melanjutkan perjalanan ke Ambarita. Sebelum ke Ambarita kita akan melewati Tuktuk. Disini ada namanya Bukit Beta. Hmm semacam bukit teletubbies sih ehehe.

kayak lukisan-lukisan gitu yah

Di Ambarita saya menuju Batu Kursi Persidangan Raja Siallagan. Rumah disini ada tempat untuk pemasungan.
Kursi Persidangan
Tempat untuk memasung

Sebenarnya saya ingin melanjutkan perjalanan namun waktu sudah sangat sore, takut ketinggalan ferry ke Parapat.
Dalam perjalanan ini saya sangat bersyukur, tidak sia-sia saya menyimpan mimpi untuk mengunjungi tempat ini. Udara yang sejuk, pemandangan yang bagus, damai banget rasanya.
Terimaksih sekali untuk Shabira yang telah menemani saya dalam perjalanan ini. 



Yang paling saya sayangi dalam perjalanan ini adalah saya tidak mencatat ada yang saya temukan padahal perjalanan ini dilaksanakan satu tahun lalu, jadi banyak yang kelupaan aaaaaaa jadi kurang informatif deh huhu.

Kereta Siantar Ekspres (Medan-Siantar) Rp 25.000,00
Travel Siantar - Parapat Rp 20.000,00
Ferry Parapat - Tomok Rp 6.000,00
Sewa kereta sehari Rp 150.000,00