Tuesday, July 14, 2015

Sehari di Danau Toba


Waktu itu di pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD, saya memasukan dalam hati bahwa kelak dewasa nanti saya akan berkunjung ke Danau Toba dan Samosir. Bermula ketika ada bagian untuk membaca cerita asal usul Danau Toba dan saya langsung jatuh cinta. Padahal saya tahu bentuk Danau Toba hanya dari gambar di agenda milik Ayah saya.
Setiap tahun saya menuliskan 'visit Danau Toba & Samosir' di bucket list. Tahun demi tahun belum terwujud juga kunjungan ke sana. Sampai akhirnya pertengahan tahun 2014 saya ditawari untuk pergi tugas ke Sumatra Utara. Tentu saja dong saya semangat mengiyakan. Hehehehee.
Saya lebih fokus mencari cara ke Danau Toba daripada fokus menyiapkan bahan-bahan yang harus saya bawa untuk bekerja, hihihi.
Perjalanan saya mulai dari Medan ke Siantar dengan menggunakan kereta api. Saya menginap di Sintar dua malam karena kereta dari Medan ke Siantar hanya ada siang hari sehingga sampai Siantar sudah sore. Sedangkan sebaliknya, kereta dari Siantar ke Medan adanya pagi hari. Siantar juga asyik lho untuk dieksplore, mungkin di pos selanjutnya akan saya ceritakan.

Baca Juga : Menikmati Malam di Siantar
 
Paginya dari Siantar saya harus naik taksi ke Parapat untuk nyebrang (di sana taksi berbentuk mobil Avanza yang bisa muat 6-8 orang) cukup dengan biaya Rp 20.000. Selama perjalanan ini kita disuguhi pemandangan yang bagus, apalagi ketika sudah hampir sampai di Danau Toba. Subhanallah itu indah bangeetttt, Danau Toba seperti yang ada di kalender-kalender!
AAAAA TERIMAKASIH SEMESTA!
Sampai di Parapat kita harus naik Ferry untuk nyebrang ke Samosir. Saya memilih Tomok sebagai tempat berlabuh hehehe. Here the story begin.






Sesampai di Samosir saya menyewa kereta. Hmm sounds so tajir yes. Hahahaa seharinya Rp 150.000.
Perjalanan saya mulai dari Tomok, di sini cukup lengkap, kita bisa mengunjungi Si Galegale. Sayang sedang tidak ada pertunjukan. Lalu ke Batak Museeum dan makan Raja Sidabutar. Di daerah sini banyak terdapat toko-toko souvenir, harus pintar-pintar menawar sih. Bagi yang muslim, di  sini sudah banyak tempat makan-tempat makan yang menyediakan menu halal kok, cari saja rumah makan halal, biasanya mereka memasang tulisan besar-besar di depan warung.

sigalegale


Dari Tomok saya melanjutkan perjalanan ke Ambarita. Sebelum ke Ambarita kita akan melewati Tuktuk. Disini ada namanya Bukit Beta. Hmm semacam bukit teletubbies sih ehehe.

kayak lukisan-lukisan gitu yah

Di Ambarita saya menuju Batu Kursi Persidangan Raja Siallagan. Rumah disini ada tempat untuk pemasungan.
Kursi Persidangan
Tempat untuk memasung

Sebenarnya saya ingin melanjutkan perjalanan namun waktu sudah sangat sore, takut ketinggalan ferry ke Parapat.
Dalam perjalanan ini saya sangat bersyukur, tidak sia-sia saya menyimpan mimpi untuk mengunjungi tempat ini. Udara yang sejuk, pemandangan yang bagus, damai banget rasanya.
Terimaksih sekali untuk Shabira yang telah menemani saya dalam perjalanan ini. 



Yang paling saya sayangi dalam perjalanan ini adalah saya tidak mencatat ada yang saya temukan padahal perjalanan ini dilaksanakan satu tahun lalu, jadi banyak yang kelupaan aaaaaaa jadi kurang informatif deh huhu.

Kereta Siantar Ekspres (Medan-Siantar) Rp 25.000,00
Travel Siantar - Parapat Rp 20.000,00
Ferry Parapat - Tomok Rp 6.000,00
Sewa kereta sehari Rp 150.000,00






Wednesday, April 8, 2015

Ceritanya Pre Wedding Murah Meriah



Saya selalu membayangkan kelak saya menikah nanti, saya akan mendekor sudut ruangan untuk meletakan foto-foto lucu. Hahahaha macam menghias pameran TA gitu lah.
Setelah memutuskan tanggal pernikahan, kami mulai menyusun kebutuhan-kebutuhan dan rencana-rencana yang akan kami lakukan untuk mewujudkan keberhasilan acara pernikahan kami. Salah satunya adalah pre-wedding. Hahaha dari dulu saya pengin banget foto di tempat-tempat lucu macam kaya di pinterest gitu lah. Di Café-café pinggir jalan dengan outfit casual, ketawa-ketawa seolah nama belakang saya pakai Hilton yang saya nggak perlu mikirin macam-macam peliknya hidup (halah). Habis gitu jalan gandengan tangan di antara bangunan-bangunan klasik. Pokoknya yang kami bangetlah nggak lepas dari makan dan jalan-jalan. Kami kurang menyukai foto pre wed yang menggunakan gaun glamor dan main petak umpet di kebon, hehehe maaf yah bukan maksud apa-apa tapi memang itu bukan gaya kami. Kami penginnya kalau orang liat foto itu mereka bisa membatin 'Ihh.. ini mah Iyas sama Isan banget' :p

foto-foto ini saya ambil di pinterest
sumber
Saya pengin memasukan personal touch di nikahan kami, mulai dari foto, undangan, baju resepsi dll. Sampai saya lebih milih ngurus semua sendiri dari pada menggunakan WO, biar ada feelnya gitu lah (padahal biar irit ongkos aja sih hihi)
Kami cari-cari inspirasi dimana aja, mulai blogwalking colongan di kantor, ubek-ubek pinterest, sama liat-liat facebook temen. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu, kami malah menganggap pre wedding nggak begitu penting karena masih banyak yang harus diurus. Saya di Bandung, suami di Karawang, dan resepsi di Purwokerto. Jadi waktunya jarang yang match, kalaupun bisa bareng kami milih untuk urus kebutuhan lain.
Hahahaha padahal sebenernya karena enggak punya duit ajaaaaaaaa... Ya maklumlah freshgraduate yang bru memiliki masa kerja belum lebih 1,5 taun terus pengin nikah jadi tabungannya masih sedikit.
Tapi saya nggak kehabisan akal dong, gimanapun caranya dengan biaya seminim mungkin saya harus bisa pasang foto di nikahan saya tanpa mengurangi personal touchnya hahaha.
Lalu jadilah Kami minta tolong Sani (sepupu suami) buat ngefotoin. Café yang bernama Sumber Hidangan di Jalan Braga Bandung menjadi pilihan kami untuk foto. Tempatnya homey dengan interior yang khas jaman dulu. Selain itu saya kumpulin foto-foto dari jaman awal pacaran sampai sekarang, bikin scrapbook dan gambar di kanvas hahahaaa. Cuma modal nggak lebih dari 500 ribu itu sudah membuat hati ini girang.

bahan-bahan scrapbook beli di Jonas

tapi ini nggak kaya artis-artis Korea yang lucu gitu huhu

Kira-kira beginilah, yang penting ada haahha itu lukisannya agak failed

ini framenya beli di Jonas juga

Perjalanan cinta dari 2006 sampai 2015 hihihii
Kira-kira kaya gitu deh yaaa.. hahahaaa
Ada foto walaupun nggak pake prewedding :p




Tuesday, March 31, 2015

#nikahaniyasisan

Tiba-tiba berasa ada yang copot, jadi ringan, nggak ada beban, lebih lega dari setelah beres wisuda. Itu yang saya rasain setelah beres resepsi pernikahan!
Hahahahahahaa
Rasanya super duper enteeeeenggg
seolah-olah satu tugas telah terselesaikan
Alhamdulillah hihhii
setelah menempuh 3290 hari perjalanan, akhirnya saya menikah!
Hahahahaha
Puas rasanya nggak ada lagi dicengin kelamaan nikah, kelamaan LDR Hahahaha

Terimakasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu keberlangsungan acara kami kemarin. Kepada Allah tentunya, tanpa izin-Nya nggak akan ada acara kemarin itu. hehehe
Kepada suami yang selama masa persiapan pernikahan tetap sabar kalau saya lagi cranky.
Kepada orang tua sebagai sponsor utama acara ini hihihi
Kepada adik-adik yang selalu bersikap manis
Kepada saudara-saudara
Kepada vendor-vendor pendukung
dan kepada semua pihak yang telah membantu terlaksanakannya acara.
Kepada teman-teman semua
Terimakasih untuk doa dan pelukan hangatnya.


Tuesday, February 10, 2015

am i a bridezilla now?


A bridezilla is a bride-to-be who is so focused on creating a perfect wedding that she is extremely unreasonable. Bridezillas tend to destroy everyone in their path with their demanding attitudes. The name, bridezilla, was inspired by the 1954 Japanese movie monster, Godzilla which starred in a remake of the film Godzilla, released in 1998.
In the films, Godzilla is a mutant dinosaur that was supposed to have been formed as the result of testing hydrogen bombs in the ocean. The monster attacks everyone in its sight in a screeching rampage. A wedding consultant was thought to have originated the term "bridezilla" for those out of control brides she dealt with. The name became widely used.
 
Intinya Bridezilla adalah salah satu penyakit yang kerap muncul di zaman sekarang bagi pereu-pereu yang sedang menyiapkan pernikahan. Mereka menjadi ganas, annoying, ngeselin karena mereka pengin pernikahannya terwujud sempurna.
Tapi emang begitu sih yang aku rasakan dan bride to be di luar sana. Jadi sensitif, cepet bete. Bukan karena aku mendambakan pernikahan yang perfect dan waaah, tapi tapi enggak tau kenapa alasannya.
Hal-hal yang diributkan sebenernya bukan hal yang seharusnya diributkan. Kalau dipikir sih mungkin aku yang jadi panik karena mau menikah. Antara siap nggak siap. Ketakutan-ketakutan yang sebenernya nggak perlu ditakutkan. huhuuu
Maafkan aku ya, Isan u,u

Friday, February 6, 2015

Cerita Tali Kasih Baby Milo

Eh, udah 2015 aja hahahaa tahun 2013 pernah bikin resolusi kalau di tahun 2014 harus rajin ngeblog hahahahaha resolusi hanyalah tinggal resolusi. Ahsudahlahwesbiyasa.

Jadi begini, tadi malam saya belajar tentang hidup dari tiga ekor kucing.
Mungkin selama beberapa hari ini saya kerap memposting foto bayi kucing di hampir semua media sosial saya (kekinian banget, emang, yagitulah). Kucing itu ditemukan oleh teman saya, Shabira di bawah pohon mangga depan gedung unit kami di kantor. Awalnya kucing itu lahir bersama dua saudaranya di bawah meja salah satu VP di gedung itu. Singkat cerita mungkin keluarga baru kucing itu dibuang. Sampai sore hari tinggal satu bayi kucing yang saat itu keadaannya memprihatinkan (lemas dan penuh semut) belum diambil juga sama ibu kucingnya. Mungkin bayi kucing tersebut sudah tersentuh tangan manusia. Dari info yang saya dapat di internet emang gitu sih katanya kalau kucing udah kena tangan manusia, ibu kucingnya nggak mau ngambil.
Akhirnya Shabira memutuskan untuk menjadi ibu asuh anak kucing tersebut dan saya sebagai tante asuh. Oke mulai sekarang mari kita sebut anak kucing itu dengan Milo. Milo Ginger Sebastian.



Milo 
Asal Nama : Chechnya
Arti Nama : Menjadi yang terbaik

Ginger
Asal Nama : Latin
Arti Nama : Seperti Musim Semi

Sebastian
Asal Nama :Yunani
Arti Nama : dari Sebasta yang artinya Laut


Kami berharap Milo tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, hangat, dan bermanfaat bagi kaumnya. Tapi beneran lho dia hebat. Dia bisa bertahan hidup tanpa ibunya. Tiap dua jam kami kasih susu ke Milo. Paling sore dia dikasih minum jam 6 dan baru minum lagi esok harinya jam 8. Dia hebat, nggak mati :')


Sampai akhirnya kebingungan melanda kami. Weekend ini kami tidak di Bandung. Tidak ada yang bisa dititipi Milo. Segala jenis penitipan hewan kami hubungi tapi banyak yang tidak bersedia menerima Milo karena Milo masih berumur 4 hari. Terimakasih semesta kami menemukan petshop yang merangkap penitipan hewan dan ada dokter hewannya dengan catatan apabila kemungkinan terburuk terjadi kami tidak menuntut apa-apa. Akhirnya saya putuskan Milo pulang bersama saya dan esok paginya saya antar Milo ke petshop. Dia akan dititipkan di tempat yang tepat.
Niat banget ya? Lebay? Kalau yang pernah punya peliharaan yang diasuh dari lahir pasti ngerti banget perasaan ini. Kalau peliharaannya mati tapi kita sudah memberikan yang terbaik, tetap ada perasaan bersalah. Tapi kalau ternyata peliharaannya mati karena dia kelaparan dan kita nggak merawatnya dengan baik, itu pasti akan merasa bersalah selamanya. And yes, we tried to do our best (grammarnya bener kan ya? duh)

Disini cerita mengharukan tentang Milo dimulai~
Di kost saya ada kucing (sepertinya jantan), dia lahir di kost bersama kedua saudaranya juga. Tapi setelah seminggu kelahirannya, ibu dan kedua kakaknya meninggalkan dia. Entah kabur entah dibuang ibu kost. Dia hidup sebatang kara di kosan. Nasibnya persis banget Milo.
Sesampainya di kost, saya taruh Milo di kardus di depan kamar. Dari saya datang kucing jantan itu ngintip-ngintip ngeliatin saya. Kita sebut kucing jantan itu sebagai Romeo yah. Saya kasih minum Milo, Romeo ngintip-ngintip. Saya dekatilah si Romeo itu, saya usap-usap "Kalau kamu kasihan sama Milo, tolong bawa dia, bantu dia mendapatkan tempat yang aman, atau kamu bisa mengasuh dia, pliss, aku takut Milo mati", adegan ini dilakukan sambil penuh haru dan banyak pengharapan.
Saya tinggalin Romeo itu, saya tinggal buat beres-beres, Romeo ngintip-ngintip kardus Milo. Habis itu Romeo pergi. Iya Romeo pergi. Sebenernya saya takut-takut sih jangan-jangan kucing itu kanibal dan Romeo mau menjadikan Milo makan malamnya.
TERNYATA TIDAK, SISSS! Romeo kembali lagi dengan membawa Juliet (kucing betina yang kayaknya habis melahirkan, dilihat dari perutnya yang keriput dan puting susu yang menjuntai). Saya juga kurang mengerti apa hubungan antara Juliet dengan Romeo ini. Entah mereka itu pacaran, sudah bersuami istri, atau pasangan kumpul kebo (?) atau bahkan jangan-jangan Juliet ini ibu Romeo yang dulu pergi? Sudahlah tidak usah kita pikirkan hal ini karena yang akan kita bahas bukan hubungan antara Romeo dan Juliet.
Kembali lagi ke cerita Romeo-Juliet-Milo. Mereka (Romeo dan Juliet-Red) sesekali mendekati Milo, lalu kembali saling bercerita (Romeo dan Juliet yang saling bercerita) mungkin diskusi. Saya ambil Milo dan saya dekatkan ke Juliet. Juliet hanya mengendus-endus lalu pergi mendekati Romeo dan mereka saling bercerita. Kejadian itu terjadi berulang-ulang sampai saya putus asa, mungkin benar dia udah males kalau bukan sama anaknya sendiri. Dengan menahan air mata yang hampir jatuh saya memohon-mohon kepada Juliet, "Kamu habis melahirkan kan? tolong banget bawa Milo, susuin dia, dirawat, dikasih makan, dikelonin, jangan biarkan dia mati,"
Bolak balik saya sodor-sodorin Milo ke Juliet. Juliet bolak balik memandang dan berbicara ke Romeo. Asli ini adegan mengharukan banget.

 Juliet : jadi gimana Yang? Si Milo kita adopsi nggak? kasian dia nangis terus
Romeo : Yaudah deh Yang, kita adopsi aja dia. Kita rawat. Aku nggak tega denger dia nangis terus
Juliet yang kiri Romeo yang kanan

 
AKHIRNYA JULIET NGAMBIL MILO! DAN DIA SUSUIN MILO!!!
Juliet memperlakukan Milo dengan penuh kasih sayang. Milo juga terlihat senang mungkin karena dia menemukan yang selama ini dia cari.
Terimakasih Ya Allah, Engkau mengabulkan doa kami.
Pengin banget peluk mereka bertiga. Romeo dan Juliet kucing yang baik bangeeettt. Semoga hidup mereka berkah.
hewan aja gitu yah, harusnya manusia punya rasa empati yang lebih tinggi dari kucing.

posisi favorit Milo

Milo sekarang sudah hangat, terimakasih ya Juliet
Saya belajar beberapa hal disini, kalau kita punya niat baik, Tuhan pasti akan memudahkan jalan kita. Saya juga semakin tau arti menyayangi dan tolong menolong.
Milo pasti tadi malam tidur dengan hangat dan senang dan pagi ini pasti dia sudah sarapan enak.
Terimakasih Romeo dan Juliet, jaga Milo dengan baik, ya.
Selamat bermain, Milo, sampai jumpa lagi.

xoxo