Waktu itu di pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD, saya memasukan dalam hati bahwa kelak dewasa nanti saya akan berkunjung ke Danau Toba dan Samosir. Bermula ketika ada bagian untuk membaca cerita asal usul Danau Toba dan saya langsung jatuh cinta. Padahal saya tahu bentuk Danau Toba hanya dari gambar di agenda milik Ayah saya.
Setiap tahun saya menuliskan 'visit Danau Toba & Samosir' di bucket list. Tahun demi tahun belum terwujud juga kunjungan ke sana. Sampai akhirnya pertengahan tahun 2014 saya ditawari untuk pergi tugas ke Sumatra Utara. Tentu saja dong saya semangat mengiyakan. Hehehehee.
Saya lebih fokus mencari cara ke Danau Toba daripada fokus menyiapkan bahan-bahan yang harus saya bawa untuk bekerja, hihihi.
Perjalanan saya mulai dari Medan ke Siantar dengan menggunakan kereta api. Saya menginap di Sintar dua malam karena kereta dari Medan ke Siantar hanya ada siang hari sehingga sampai Siantar sudah sore. Sedangkan sebaliknya, kereta dari Siantar ke Medan adanya pagi hari. Siantar juga asyik lho untuk dieksplore, mungkin di pos selanjutnya akan saya ceritakan.
Baca Juga : Menikmati Malam di Siantar
Paginya dari Siantar saya harus naik taksi ke Parapat untuk nyebrang (di sana taksi berbentuk mobil Avanza yang bisa muat 6-8 orang) cukup dengan biaya Rp 20.000. Selama perjalanan ini kita disuguhi pemandangan yang bagus, apalagi ketika sudah hampir sampai di Danau Toba. Subhanallah itu indah bangeetttt, Danau Toba seperti yang ada di kalender-kalender!
AAAAA TERIMAKASIH SEMESTA!
Sampai di Parapat kita harus naik Ferry untuk nyebrang ke Samosir. Saya memilih Tomok sebagai tempat berlabuh hehehe. Here the story begin.
Sesampai di Samosir saya menyewa kereta. Hmm sounds so tajir yes. Hahahaa seharinya Rp 150.000.
Perjalanan saya mulai dari Tomok, di sini cukup lengkap, kita bisa mengunjungi Si Galegale. Sayang sedang tidak ada pertunjukan. Lalu ke Batak Museeum dan makan Raja Sidabutar. Di daerah sini banyak terdapat toko-toko souvenir, harus pintar-pintar menawar sih. Bagi yang muslim, di sini sudah banyak tempat makan-tempat makan yang menyediakan menu halal kok, cari saja rumah makan halal, biasanya mereka memasang tulisan besar-besar di depan warung.
sigalegale |
Dari Tomok saya melanjutkan perjalanan ke Ambarita. Sebelum ke Ambarita kita akan melewati Tuktuk. Disini ada namanya Bukit Beta. Hmm semacam bukit teletubbies sih ehehe.
kayak lukisan-lukisan gitu yah |
Di Ambarita saya menuju Batu Kursi Persidangan Raja Siallagan. Rumah disini ada tempat untuk pemasungan.
Kursi Persidangan |
Tempat untuk memasung |
Sebenarnya saya ingin melanjutkan perjalanan namun waktu sudah sangat sore, takut ketinggalan ferry ke Parapat.
Dalam perjalanan ini saya sangat bersyukur, tidak sia-sia saya menyimpan mimpi untuk mengunjungi tempat ini. Udara yang sejuk, pemandangan yang bagus, damai banget rasanya.
Terimaksih sekali untuk Shabira yang telah menemani saya dalam perjalanan ini.
Yang paling saya sayangi dalam perjalanan ini adalah saya tidak mencatat ada yang saya temukan padahal perjalanan ini dilaksanakan satu tahun lalu, jadi banyak yang kelupaan aaaaaaa jadi kurang informatif deh huhu.
Kereta Siantar Ekspres (Medan-Siantar) Rp 25.000,00
Travel Siantar - Parapat Rp 20.000,00
Ferry Parapat - Tomok Rp 6.000,00
Sewa kereta sehari Rp 150.000,00