Oh Mama, Oh Papa : Suamiku Membantu Mencuci Baju

3:28 PM


Hai, selamat merayakan ulang tahun pernikahan ke-3 untuk saya dan suami, semoga rumah tangga kami selalu diberi kebahagian dan keberkahan. Yok semua AAMIIN :)

Bagi kami tahun kedua pernikahan merupakan tahun dengan banyak tambal sulam dalam menyusun bahtera rumah tangga. Menjajal trik ini itu agar kehidupan kami terasa pas. Walaupun hingga saat ini belum kami temukan yang ideal sih hehehe apalagi dalam hal mengurus rumah. Membagi waktu antara bekerja, beres-beres rumah, istirahat, dan bermain dengan anak.
Ya semoga di tahun ke-3 ini kami bisa semakin kompak dan lincah.

Kehidupan saya jungkir balik sejak kelahiran anak kami yang pertama. Dengan nekatnya kami hidup tanpa ART (pernah sih nyoba, tapi si mbak hanya bertahan 1 bulan saja huhu) terus nyari lagi susah banget.


Awal-awal memang berat yah hidup dengan bayi tapi tanpa mbak itu, walaupun sebelum punya anak kami tidak menggunakan jasa ART. Tapi ternyata kami bisa survive hingga saya pun sok-sokan menuliskan tips bertahan hidup tanpa ART dan Nanny
Hampir satu tahun saya menerbitkan blog post itu tapi sekarang ketika saya baca ulang ingin rasanya bilang 'halah' di setiap kalimat hahaha. Dasar anak muda, sok tahu sekali.

Saya bersyukur kami diberi pola pemikiran yang nggak ribet dalam segala hal, sesimpel kalau ngantuk ya tidur, kalau lapar ya makan. Demi berjalannya kewarasan hidup, kami memang memiliki pembagian tugas rumah tangga secara jelas.

Suami bertugas mengurus segala rupa tentang perbajuan, mulai dari memisahkan baju putih dan baju berwarna, mencuci, mengantar baju kotor ke Aa laundry, membersihkan kamar mandi, serta membuang sampah hehehe. Selebihnya ya bermain dengan anak atau menjalankan hobinya.

Sedangkan saya mengurus segala rupa mengenai anak dan dapur (mulai dari belanja baju, sepatu, sayur, mengolah, dan menyajikan). Untuk hal-hal lain seperti setrika baju, nyapu, ngepel kami kerjakan bergantian, siapa saja yang sempat.

Tentu saja hidup tanpa ART ini membuat kami menurunkan segala standard ideal sebuah kebersihan dan segala rupa. Yasudahlah kalau memang sedang lelah kami biarkan saja dulu rumah berantakan sedangkan kami istirahat. Atau kalau memang tidak sempat masak yasudah kami makan diluar atau gofood.

Saya pernah ditegur dan diceramahi oleh teman kantor karena saya bilang di rumah yang mencuci baju adalah suami saya. Beliaunya bilang saya istri macam apa, terus baper terus jadi ngadu. Tapi ternyata kata Paksu "nggak apa-apa, yang tahu tentang keadaan kita ya kita sendiri, ini namanya kerjasama, nggak usah mikirin apa kata orang lain" saya jadi terharu. I Love You :)


Lelah tentu saja, apalagi harus ngantor, ngurus anak, ngurus rumah, tapi ya mungkin ini memang lakon yang harus kami lakukan sekarang, jalankan dengan bahagia dan ikhlas kalau kata Ibu saya mah. Tapi kadang saya suka buka OLX cari "peri rumah" kali aja ada yang jual.

Namun kembali lagi ke masing-masing keluarga, cara ini ideal di keluarga saya belum tentu ideal di keluarga Putri Marino. Atau bisa saja keadaan sekarang memang cocok untuk keluarga kami saat ini namun belum tentu ideal apabila diterapkan 2 tahun lagi.

Yang penting jangan lupa pikenik, biar nggak modyar.
#modyarhood




You Might Also Like

0 komentar

Subscribe