Tentang Lari

Thursday, September 17, 2015

Dulu kalau ditanya mata pelajaran apa yang paling bikin males? Pasti jawabannya adalah olahraga, apalagi kalau lari. Saya memiliki postur tubuh yang bisa dibilang tidak pendek dan berkaki panjang. Orang-orang pasti berekspektasi kalau saya ini pelari, perenang, atau pebasket. Hahahaa tentu salah. Olahraga paling seneng cuma kalau kasti :p
24 tahun saya hidup mungkin bisa dibilang hanya beberapa kali saja saya olahraga (kecuali di sekolah) selebihnya ada saja alasan males olahraga haha. Sampai akhirnya saya berkenalan dengan lari karena suami saya yang sudah bertahun-tahun dari dulu rajin lari. Dimulai dari beli sepatu lari yang waktu itu harganya setengah dari gaji saya, beli segala rupa pendukung mulai dari celana, baju, dan lain-lain tapi teteeeuupppp masih males aja Hahahaa.
Kalaupun lari tiap minggu juga nunggu ada temen dan kalau lagi ingat sepatu yg ada di kardus itu perjuangan mendapatkannya itu sulit.
Kompetisi lari lucu-lucu yang pertama saya ikuti itu Independence Day Run di tahun 2014 saya ikut yang 8K. Sejak saat itu saya ketagihan! Ada banyak hal yang saya rasakan, ini bukan tentang seberapa cepat dan seberapa jauh saya lari tapi tentang komitmen kepada diri sendiri untuk tetap fokus kepada target. Belajar tentang jangan pernah menyerah kalau belum selesai. Kalau Nemo selalu bilang keep swimming keep swimming saya juga keep running keep running sampai finish.
Selanjutnya saya ikut Pocarisweat Run di Maret 2015, Bajak Jakarta 2014 (karena suatu hal jadi nggak jadi ikutan, padahal sudah ambil racepack segala) dan terakhir kemarin Bali Marathon 2015 10K. Untuk ukuran saya yang pemalas bisa menyelesaikan 10K dalam waktu 90 menit itu sudah merupakan achievement. Hihii.

Buat saya Bali Marathon ini yang paling asik, tracknya nyenengin, dengan Start dan Finish di Taman Safari Bali kami diajak untuk lari melewati desa-desa di Gianyar. Anak-anak desa disana mereka berdandan dengan pakaian adat, bermain gamelan, dan memberi semangat kepada pelari. Pemandangannya juga bagu hehehe. 10 K jadi nggak begitu berasa sih.
Yang bikin salut juga ternyata pemerintah sana memang menghimbau kepada anak-anak di desa yang tempat tinggalnya dilewati pelari untuk memberi semangat.

Saya sih ambil yang 10 K tapi suami yang Full Marathon



Disambut oleh anak-anak

anak-anak memberi semangat

foto sama aku, Kak, foto sama aku

medalinya lucuuuu

Congratulation! you did it again! 42.195K
Sampai jumpa di lari-lari lucu berikutnya~


No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS